— TIGA TIPE GURU DI SEKOLAH —

Faul G. Stoltz mengumpamakan kerja dalam kehidupan seperti mendaki sebuah gunung. Semakin tinggi gunung yang di daki semakin besar tantangan yang dihadapi. ada 3 tipe manusia dalam menyikapi pekerjaannya SEBAGAI PENDIDIK ATAU GURU.

1. TIPE GURU QUITTERS (BERHENTI)
Guru tipe ini adalah guru-guru yang memilih untuk keluar, tidak melanjutkan mendaki, menghindari kewajiban-kewajiban, mundur dan berhenti mengembangkan potensi dirinya.

Ditempat kerja (Sekolah)
 Mengajar sekedar cukup untuk hidup
 Memperlihatkan sedikit ambisi
 Memperlihatkan semangat yang minim
 Menghasilkan mutu kerja di bawah standar
 Mengambil resiko sedikit mungkin
 Tidak kreatif, kecuali sangat terdesak
 Cenderung menolak tugas-tugas, melawan perubahan atau menghindarinya dan secara aktif mejauhinya
 Peran serta atau kontribusinya ke sekolah sangatlah kecil dan tak berarti

Bahasa yang digunakan:
“Saya tidak bisa!”, “Tak mungkin”, “Saya tidak mau!”, “ Mustahi….!”, “Saya biasa mengerjakan pekerjaan seperti ini!”, “Siapa yang peduli”, “Emang saya pikirkan!”, “Ini tidak layak untuk dikerjakan!”, “Yah, saya sudah mencobanya!”, “Ini tidak adil!”, “Ini konyol!”, “Ah, lagi-lagi itu!”, “Ah, saya kan sudah terlalu tua/gemuk/hitam/dll”, “Ah, saya juga bisa, kalau saya mau!”.

GURU TIPE QUITEERS MERUPAKAN ATAU HANYA AKAN MENJADI BEBAN MATI BAGI SEKOLAH

2. TIPE GURU CAMPERS (BERKEMAH)
Guru tipe ini adalah guru-guru yang memilih untuk BERKEMAH. Mereka melakukan pendakian tidak seberapa keras dan tinggi, lalu mereka berkata: “Sejauh ini sajalah saya mampu mendaki!”. Mereka mengakhiri pendakiannya, lalu mencari tempat yang datar, aman dan nyaman, sebagai tempat bersembunyi dari situasi yang kurang bersahabat atau menantang.

Ditempat kerja (sekolah)
 Menunjukkan sejumlah inisiatif
 Menunjukkan sedikit semangat dalam bekerja
 Menujukkan beberapa usaha
 Mengerjakan apa-apa yang dianggap perlu dikerjakan
 Berbuat apapun yang akan membuat dirinya aman dan nyaman
 Bekerja dengan tidak seluruh kemampuannya
 Bekerja cukup untuk tetap dipekerjakan
 Berani mengambil resiko dengan cara mengambil jalan yang aman
 Kreatif dan bersedia mengambil resiko yang ancamannya kecil sekali
 Motivasi kerja adalah rasa takut dan kenyamanan
 Kemampuan terbatas menghadapi perubahan (perubahan yang besar)
 Bersusah payah mempertahankan kenyamanan-kenyamanan

Bahasa Yang Digunakan:
“cukup bagus!”, “Apa syarat minimun melakukan pekerjaan itu?”, “Kita hanya perlu sampai di sini!”, “Segala sesuatunya bisa lebih buruk lagi!”, “Ingat ketika.!”, “Tak ada gunanya mengerjakan hal ini!”, “Waktu saya masih muda….!”.

GURU TIPE CAMPERS AKAN KEHILANGAN KEUNGGULAN-NYA, MENJADI SEMAKIN LAMBAN DAN LEMAH, SERTA KINERJANYA AKAN SEMAKIN MEROSOT BILA TERLALU LAMA BERKEMAH

GURU TIPE CAMPERS AKAN SECARA AKTIF MENGGEROGOTI KEBERHASILAN SEKOLAH, BILA MEREKA MENGETAHUI ADA ANCAMAN TERHADAP STATUS QUO (KEMAPANAN DAN KENYAMANAN) YANG TELAH MEREKA PEROLEH DENGAN SUSAH PAYAH

3. TIPE GURU CLIMBERS (PENDAKI)
Guru tipe ini adalah guru-guru yang memilih membaktikan dirinya untuk peningkatan mutu sekolah atau pendidikan. Dia akan terus mendaki, tampa membiarkan umur, jenis kelamin, kondisi fisik dan mental atau hambatan lainnya menghalangi pendakiannya. Dia tidak pernah berhenti belajar dan berbuat untuk kemajuan diri dan sekolah.

Di tempat kerja (Sekolah)
 Berkeyakinan bahwa imbalan kerja akan diperoleh dalam bentuk manfaat-manfaat jangka panjang
 Selalu menyambut dengan baik pekerjaan yang disodorkannya
 Memiliki keyakinan yang besar dalam bekerja
 Bekerja sangat gigih, ulet, tabah dan sabar
 Tidak ada kata “Berhenti belajar” dalam kamus dirinya
 Bekerja dengan keberanian dan kedisiplinan sejati
 Memotivasi diri sendiri dan orang lain
 Memiliki semangat kerja yang tinggi
 Selalu berjuang untuk mendapatkan hasil kerja yang terbaik
 Cenderung membuat segala sesuatunya menjadi terwujud
 Bekerja tidak berhenti pada gelar, predikat, penghargaan dan jabatan
 Selalu mencari cara baru untuk tetap tumbuh, berkembang, dan memberikan kontribusi
 Komitmen untuk terus maju dan melangkah ke depan
 Menyambut baik dan mendorong terjadinya perubahan-perubhan
 Bersedia mengambil resiko, mengatasi rasa takut, mem-pertahankan visi, misi, tujuan, memimpin, dan bekerja keras sampai pekerjaannya berhasil

Bahasa yang digunakan:
Lakukan dengan benar!”, “Kerjakan sebaik mungkin!”, “Jangan menghindar atau lari!”, “Apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya!”, “Selalu ada jalan!”, “Masalahnya adalah bukan andai kata, tetapi bagaimana?”, “Bukan bagai-mana besok, tetapi besok bagaimana?”, “Hanya karena belum pernah dikerjakan, bukan berarti tidak bisa!”, “Pimpin, ikuti atau menyingkir dan jangan halangi saya!”, “Ayo kita kerjakan!”, “Sekarang saatnya untuk bertindak!”.

GURU CLIMBERS ADALAH ASSET ATAU HARTA TERMAHAL SEKOLAH DAN JENIS GURU YANG DAPAT DIANDALKAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS, MENCIPTAKAN DAN MEWUJUDKAN PERUBAHAN.

———————————————-
nah…..temen temen ku sesama guru,mau memilih tipe seperti apa?

TANGISAN

Menurut Ibnu Qayyim terdapat 10 Jenis Tangisan :

Menangis kerana kasih sayang & kelembutan hati.
Menangis kerana rasa takut.
Menangis kerana cinta.
Menangis kerana gembira.
Menangis kerana menghadapi penderitaan.
Menangis kerana terlalu sedih.
Menangis kerana terasa hina dan lemah.
Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.
Menangis kerana mengikut-ikut orang menangis.
Menangis orang munafik – pura-pura menangis.

“..dan bahawasanya DIA lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” (AnNajm : 43)

Jadi, Allah lah yang menciptakan ketawa dan tangis, serta menciptakan sebab tercetusnya. Banyak air mata telah mengalir di dunia ini. Sumber nya dari mata mengalir ke pipi terus jatuh ke bumi. Mata itu kecil namun ia tidak pernah kering ia berlaku setiap hari tanpa putus-putus. Sepertilah sungai yang mengalir ke laut tidak pernah berhenti?.kalaulah air mata itu di tampung banjirlah dunia ini. Tangis tercela atau terpuji ?? Ada tangisan yang sangat di cela umpamanya meratapi mayat dengan meraung dan memukul-mukul dada atau merobek-robek pakaian. Ada pula tangisan sangat-sangat di puji dan di tuntut iaitu tangisan kerana menginsafi dosa-dosa yang silam atau tangis kerana takut akan azab dan siksa Allah. Tangisan dapat memadamkan api Neraka “Rasulullah saw bersabda : Tidaklah mata seseorang menitiskan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debu kehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan di rahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata.

Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka.” Air mata taubat Nabi Adam a.s Beliau menangis selama 300 tahun tanpa mendonggak ke langit tersangat takut dan hibanya terhadap dosa yang telah ia lakukan.Dia bersujud di atas gunung dan air matanya mengalir di jurang Serandip. Dari air matanya itulah Allah telah menumbuhkan pohon kayu manis dan pohon bunga cengkih.Beberapa ekor burung telah meminum akan air mata Adam lalu berkata, “Manis sungguh air ini.” Nabi Adam terdengar lalu menyangka burung itu mempersendakannya lalu ia memperhebatkan tangisannya. Lalu Allah mendengar dan menerima taubat Adam dan mewahyukan, “Hai Adam sesungguhnya belum Aku pernah menciptakan air lebih lazat daripada air mata taubat mu!.”

Air mata yang tiada di tuntut:

Janganlah menangis kalau tak tercapai cita-cita bukan kah Tuhan yang telah menentukannya.
Janganlah menangis menonton filem kerana itu kan cuma lakonan.
Janganlah menangis kerana cinta tak berbalas mungkin dia bukanlah jodoh yang telah Tuhan tetapkan.
Janganlah menangis jika gagal dalam peperiksaan mungkin kita kurang membuat persediaan.
Jangan menangis kalau wang kita hilang di jalanan sebab mungkin kita kurang bersedekah buat amalan.
Janganlah menangis kalau tidak di naikkan pangkat yakin lah, rezki itu adalah pemberian Tuhan.
Dari itu??.. Simpanlah air mata-air mata tangisan itu semua buat bekalan untuk menginsafi di atas segala kecuaian yang telah melanda diri, segala dosa-dosa yang berupa bintik2 hitam yang telah mengkelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah swt. Seru lah air mata itu dari persembunyiannya di balik kelopak mata agar ia menitis membasahi dan mencuci hati agar ia putih kembali dan juga semoga ia dapat melebur dosa2 dan moga-moga akan mendapat ampunanNya jua.

Junjungan Mulia bersabda “Ada 2 biji mata yang tak tersentuh api neraka, mata yang menangis di waktu malam hari kerana takut kepada Allah swt dan 2 biji mata yang menjaga pasukan fi sabillah di waktu malam”. ”

=== SEJARAH KOTA DEPOK ===

Sejarah Kota Depok

Awalnya Depok merupakan sebuah dusun terpencil ditengah hutan belantara dan semak belukar. Pada tanggal 18 Mei 1696 seorang pejabat tinggi VOC, Cornelis Chastelein, membeli tanah yang meliputi daerah Depok serta sedikit wilayah Jakarta Selatan, Ratujaya dan Bojonggede. Chastelein mempekerjakan sekitar seratusan pekerja. Mereka didatangkan dari Bali, Makassar, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Jawa, Pulau Rote serta Filipina.
Selain mengelola perkebunan, Cornelis juga menyebarluaskan agama Kristen kepada para pekerjanya, lewat sebuah Padepokan Kristiani. Padepokan ini bernama De Eerste Protestante Organisatie van Christenen, disingkat DEPOK. Dari sinilah rupanya nama kota ini berasal. Sampai saat ini, keturunan pekerja-pekerja Cornelis dibagi menjadi 12 Marga. Adapun marga-marga tersebut adalah :
1. Jonathans
2. Laurens
3. Bacas
4. Loen
5. Soedira
6. Isakh
7. Samuel
8. Leander
9. Joseph
10. Tholense
11. Jacob
12. Zadokh
Tahun 1871 Pemerintah Belanda mengizinkan daerah Depok membentuk Pemerintahan dan Presiden sendiri setingkat Gemeente (Desa Otonom).
Keputusan tersebut berlaku sampai tahun 1942. Gemeente Depok diperintah oleh seorang Presiden sebagai badan Pemerintahan tertinggi. Di bawah kekeuasaannya terdapat kecamatan yang membawahi mandat (9 mandor) dan dibantu oleh para Pencalang Polisi Desa serta Kumitir atau Menteri Lumbung. Daerah teritorial Gemeente Depok meliputi 1.244 Ha, namun dihapus pada tahun 1952 setelah terjadi perjanjian pelepasan hak antara Pemerintah RI dengan pimpinan Gemeente Depok, tapi tidak termasuk tanah-tanah Elgendom dan beberapa hak lainnya.
Sejak saat itu, dimulailah pemerintahan kecamatan Depok yang berada dalam lingkungan Kewedanaan (Pembantu Bupati) wilayah Parung, yang meliputi 21 Desa. Pada tahun 1976 melalui proyek perumahan nasional di era Orde Baru, dibangunlah Perumnas Depok I dan Perumnas Depok II. Pembangunan tersebut memicu perkembangan Depok yang lebih pesat sehingga akhirnya pada tahun 1981 Pemerintah membentuk kota Administratif Depok yang peresmiannya dilakukan tanggal 18 Maret 1982 oleh Menteri Dalam Negeri (H. Amir Machmud).
Sejak tahun 1999, melalui UU nomor 15 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon, Depok meningkat statusnya menjadi Kotamadya atau Kota. Menurut Undang-Undang tersebut, wilayah Kotamadya daerah Tingkat II Depok memiliki uas wilayah 20.504,54 Ha yang meliputi :
1. Kecamatan Beji, terdiri dari 6 kelurahan dengan luas wilayah 1614 Ha.
2. Kecamatan Sukmajaya, terdiri dari 11 kelurahan dengan luas wilayah 3.398 Ha.
3. Kecamatan Pancoran Mas, dengan pusat pemerintahan berkedudukan dikelurahan Depok, terdiri dari 6 Kelurahan dan 6 Desa dengan jumlah penduduk 156.118 jiwa dan luas wilayah 2.671 Ha.
4. Kecamatan Limo, terdiri dari 8 desa dengan luas wilayah 2.595,3 Ha.
5. Kecamatan Cimanggis, terdiri dari 1 kelurahan dan 12 desa dengan luas wilayah 5.077,3 Ha.
6. Kecamatan Sawangan, terdiri dari 14 desa dengan luas wilayah 4.673,8 Ha.
ASAL USUL PONDOK CINA
Dulu, Pondok Cina hanyalah hamparan perkebunan dan semak-semak belantara yang bernama Kampung Bojong. Awalnya hanya sebagai tempat transit pedagang-pedagang Tionghoa yang hendak berjualan di Depok. Lama kelamaan menjadi pemukiman, yang kini padat sebagai akses utama Depok-Jakarta.
Kota Madya Depok (dulunya kota administratif) dikenal sebagai penyangga ibukota. Para penghuni yang mendiami wilayah Depok sebagian besar berasal dari pindahan orang Jakarta. Tak heran kalau dulu muncul pomeo singkatan Depok : Daerah Elit Pemukiman Orang Kota. Mereka banyak mendiami perumahan nasional (Perumnas), membangun rumah ataupun membuat pemukiman baru.
Pada akhir tahun 70-an masyarakat Jakarta masih ragu untuk mendiami wilayah itu. Selain jauh dari pusat kota Jakarta, kawasan Depok masih sepi dan banyak diliputi perkebunan dan semak belukar. Angkutan umum masih jarang, dan mengandalkan pada angkutan kereta api. Seiring dengan perkembangan zaman, wajah Depok mulai berubah. Pembangunan di sana-sini gencar dilakukan oleh pemerintah setempat. Pusat hiburan seperti Plaza, Mall telah berdiri megah. Kini Depok telah menyandang predikat kotamadya dimana selama 17 tahun menjadi Kotif.
Sebagai daerah baru, Depok menarik minat pedagang-pedagang Tionghoa untuk berjualan di sana. Namun Cornelis Chastelein pernah membuat peraturan bahwa orang-orang Cina tidak boleh tinggal di kota Depok. Mereka hanya boleh berdagang, tapi tidak boleh tinggal. Ini tentu menyulitkan mereka. Mengingat saat itu perjalanan dari Depok ke Jakarta bisa memakan waktu setengah hari, pedagang-pedagang tersebut membuat tempat transit di luar wilayah Depok, yang bernama Kampung Bojong. Mereka berkumpul dan mendirikan pondok-pondok sederhana di sekitar wilayah tersebut. Dari sini mulai muncul nama Pondok Cina.
Menurut cerita H. Abdul Rojak, sesepuh masyarakat sekitar Pondok Cina, daerah Pondok Cina dulunya bernama Kampung Bojong. “Lama-lama daerah ini disebut Kampung Pondok Cina. Sebutan ini berawal ketika orang-orang keturunan Tionghoa datang untuk berdagang ke pasar Depok. Pedagang-pedagang itu datang menjelang matahari terbenam. Karena sampainya malam hari, mereka istirahat dahulu dengan membuat pondok-pondok sederhana,” ceritanya. Kebetulan, lanjut Rojak, di daerah tersebut ada seorang tuan tanah keturunan Tionghoa. Akhirnya mereka semua di tampung dan dibiarkan mendirikan pondok di sekitar tanah miliknya. Lalu menjelang subuh orang-orang keturunan Tionghoa tersebut bersiap-siap untuk berangkat ke pasar Depok.”
Kampung Bojong berubah nama menjadi kampung Pondok Cina pada tahun 1918. Masyarakat sekitar daerah tersebut selalu menyebut kampung Bojong dengan sebutan Pondok Cina. Lama-kelamaan nama Kampung Bojong hilang dan timbul sebutan Pondok Cina sampai sekarang. Masih menurut cerita, Pondok Cina dulunya hanya berupa hutan karet dan sawah. Yang tinggal di daerah tersebut hanya berjumlah lima kepala keluarga, itu pun semuanya orang keturunan Tionghoa. Selain berdagang ada juga yang bekerja sebagai petani di sawah sendiri. Sebagian lagi bekerja di ladang kebun karet milik tuan tanah orang-orang Belanda. Semakin lama, beberapa kepala keluarga itu pindah ke tempat lain. Tak diketahui pasti apa alasannya. Yang jelas, hanya sisa satu orang keluarga di sana. Hal ini dikatakan oleh Ibu Sri, generasi kelima dari keluarga yang sampai kini masih tinggal di Pondok Cina.
“Saya sangat senang tinggal disini, karena di sini aman, tidak seperti di tempat lain,”. Dulunya, cerita Sri, penduduk di Pondok Cina sangat sedikit. Itupun masih terbilang keluarga semua. “Mungkin karena Depok berkembang, daerah ini jadi ikut ramai,” kenangnya. Satu-persatu keluarganya mulai pindah ke tempat lain.
“Tinggal saya sendiri yang masih bertahan disini,” kata ibu Sri lagi. Sekarang daerah Pondok Cina sudah semakin padat. Ditambah lagi dengan berdirinya kampus UI Depok pada pertengahan 80-an, di kawasan ini banyak berdiri rumah kost bagi mahasiswa. Toko-toko pun menjamur di sepanjang jalan Margonda Raya yang melintasi daerah Pondok Cina ini. Bahkan pada jam-jam berangkat atau pulang kerja, jalan Margonda terkesan semrawut. Maklum, karena itu tadi, pegawai maupun karyawan yang tinggal di Depok mau tak mau harus melintas di Pondok Cina.
ASAL USUL MARGONDA
Margonda yang kini menjadi nama jalan protokol dan pusat bisnis di Depok itu tidak diketahui persis asal muasalnya. Konon, nama itu berasal dari nama seorang pahlawan yang bernama Margonda. Keluarga yang mengklaim sebagai anak keturunan Margonda sendiri (di Cipayung, Depok) sampai sekarang belum dapat memberikan informasi mengenai sepak terjang atau lokasi makam Margonda. Yang jelas, nama Margonda kini identik dengan Depok. Sebut saja “Margonda”, maka pasti orang akan mengasosiasikannya dengan “Depok”, beserta segala hiruk-pikuk aktivitasnya yang kian terus berkembang.
——————–

Dikutip dari : Posted on 11 May 2009 by Babesajabu
semoga bermanfaat

— KEGUNAAN SENDOK —

Kegunaan Sendok :

1. untuk makan, 2. untuk memotong, 3. untuk mengambil makanan, 4. untuk mengoles mentega, 5. Untuk manggil pelanggan bakso, 6. mencungkil, 7. menggulung rambut 8. main kelereng (lomba 17an), 9. memukul orang, 10. buat ngaca, , 11. menggerus obat, , 12. menggaruk xD, 13. buat kerokan 14. stik drum ,15. pertolongan pertama pada anak step (?_?), , 16. cetakan bakwan, 17. Gelothekan,18. mainan pedang-pedangan, 19. mengisi rak dapur yang kosong, 20. alat bantu pemberat,

1. Jika kita mau berpikir sungguh-sungguh, kita bisa mengembangkan suatu hal yang kelihatannya simple jadi seusatu yang Wah! contohnya aja sendok. kan yg kita tau kegunaan sendok paling cuma buat makan doank…. tapi ternyata banyak kegunaan sendok yang bisakita dapatkan.
2. Jangan memandang sebelah mata sesuatu. Yeap, kita cuma ngliat sendok dari sisi kegunaan untuk makan aja. tapi ternyata selain untuk hal-hal yang berhubungan sama makanan, sendok punya manfaat lain yang ternyata bisa digali. Sama kaya kalo kita liat orang. Dari satu sisi, seseorang itu kelihatan lemah, namun kalo kita mau melihat lebih dekat n dari sisi yang lain, kita pasti bisa menemukan sesuatu yang hebat dalam diri orang itu. Contohnya : thomas alfa edison. pertamanya diremehin. tapi sekarang penemuannya dipake semua orang…..
Mudah2an bermanfaat ya……hanya Alloh yang akan mengangkat derajat seorang hambanya…

LIDAH MERTUA (Sansevieria)

San gus cil

SEGUDANG MANFAAT DARI TANAMAN LIDAH MERTUA (Sansevieria)

Sansevieria atau yang lebih dikenal denganLidah Mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari.Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing.
Sansevieria punya banyak kelebihan, seperti mampu bertahan hidup pada rentang waktu suhu dan cahaya yang sangat luas, sangat resisten terhadap polutan, dan mampu menyerap 107 jenis polutan di daerah padat lalu lintas dan ruangan yang penuh asap rokok dan dapat menyerap radiasi barang elektronik. Beberapa polutan yang di serap oleh Sanseviera.

Keistimewaan :
• Sansevieria merupakan jenis tanaman dengan tingkat penyerapan paling tinggi.
• Perawatan tanaman yang murah
• Selalu mengeluarkan zat O2 tanpa menghasilkan zat CO2 sehingga cocok di taruh didalam ruangan.
Manfaat :
• Biasa dimanfaatkan sebagai pagar rumah
• Negara Jepang telah memanfaatkan serat tanamannya sebagai bahan pembuat kain dan kreasi anyaman
• Tanaman ini menghasilkan wewangian saat sore hari terlebih ketika berbunga. Lidah mertua digunakan sebagai bahan parfum di beberapa negara maju
• Bisa dijadikan bahan obat diantaranya;
a. Getah: Dapat digunakan sebagai obat antiseptik
b. Akar : Dapat dimanfaatkan sebagai penyegar rambut/tonik dan obat wasir
c. Daun : Bila dibakar dapat menyembuhkan sakit kepala,
Bila di rebus sebagai obat diabetes
• Bisa mereduksi radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh komputer dan televisi maka, baik jika tanaman ini ditaruh disamping komputer atau televisi.
PerawatanTanaman :
1. Tanaman ini bisa hidup dengan paparan sinar matahari maupun di dalam ruangan. Tapi bilaingin di simpan dalam ruangan, jangan lupa dijemur seminggu sekali agar tanaman tetap segar.
2. Penyiraman hanya perlu dilakukan 1-2 kali seminggu. Terlalu sering menyiram justru akan membuat tanaman ini di hinggapi bakteri. Ketika menanam juga pilih media tanam (tanah, sekam bakar, pasir malang dan pakis)
3. Pemupukan lidah mertua biasanya menggunakan pupuk yang tingkat penguraiannya lambat seperti(osmocote, dekastar dan megamp)
Ternyata tumbuhan Sansevieria ini yang perawatannya super mudah memiliki manfaat yang segudang. Ayo, tanam “Lidah Mertua.”

This entry was posted on Februari 7, 2013. 3 Komentar