— TIGA TIPE GURU DI SEKOLAH —

Faul G. Stoltz mengumpamakan kerja dalam kehidupan seperti mendaki sebuah gunung. Semakin tinggi gunung yang di daki semakin besar tantangan yang dihadapi. ada 3 tipe manusia dalam menyikapi pekerjaannya SEBAGAI PENDIDIK ATAU GURU.

1. TIPE GURU QUITTERS (BERHENTI)
Guru tipe ini adalah guru-guru yang memilih untuk keluar, tidak melanjutkan mendaki, menghindari kewajiban-kewajiban, mundur dan berhenti mengembangkan potensi dirinya.

Ditempat kerja (Sekolah)
 Mengajar sekedar cukup untuk hidup
 Memperlihatkan sedikit ambisi
 Memperlihatkan semangat yang minim
 Menghasilkan mutu kerja di bawah standar
 Mengambil resiko sedikit mungkin
 Tidak kreatif, kecuali sangat terdesak
 Cenderung menolak tugas-tugas, melawan perubahan atau menghindarinya dan secara aktif mejauhinya
 Peran serta atau kontribusinya ke sekolah sangatlah kecil dan tak berarti

Bahasa yang digunakan:
“Saya tidak bisa!”, “Tak mungkin”, “Saya tidak mau!”, “ Mustahi….!”, “Saya biasa mengerjakan pekerjaan seperti ini!”, “Siapa yang peduli”, “Emang saya pikirkan!”, “Ini tidak layak untuk dikerjakan!”, “Yah, saya sudah mencobanya!”, “Ini tidak adil!”, “Ini konyol!”, “Ah, lagi-lagi itu!”, “Ah, saya kan sudah terlalu tua/gemuk/hitam/dll”, “Ah, saya juga bisa, kalau saya mau!”.

GURU TIPE QUITEERS MERUPAKAN ATAU HANYA AKAN MENJADI BEBAN MATI BAGI SEKOLAH

2. TIPE GURU CAMPERS (BERKEMAH)
Guru tipe ini adalah guru-guru yang memilih untuk BERKEMAH. Mereka melakukan pendakian tidak seberapa keras dan tinggi, lalu mereka berkata: “Sejauh ini sajalah saya mampu mendaki!”. Mereka mengakhiri pendakiannya, lalu mencari tempat yang datar, aman dan nyaman, sebagai tempat bersembunyi dari situasi yang kurang bersahabat atau menantang.

Ditempat kerja (sekolah)
 Menunjukkan sejumlah inisiatif
 Menunjukkan sedikit semangat dalam bekerja
 Menujukkan beberapa usaha
 Mengerjakan apa-apa yang dianggap perlu dikerjakan
 Berbuat apapun yang akan membuat dirinya aman dan nyaman
 Bekerja dengan tidak seluruh kemampuannya
 Bekerja cukup untuk tetap dipekerjakan
 Berani mengambil resiko dengan cara mengambil jalan yang aman
 Kreatif dan bersedia mengambil resiko yang ancamannya kecil sekali
 Motivasi kerja adalah rasa takut dan kenyamanan
 Kemampuan terbatas menghadapi perubahan (perubahan yang besar)
 Bersusah payah mempertahankan kenyamanan-kenyamanan

Bahasa Yang Digunakan:
“cukup bagus!”, “Apa syarat minimun melakukan pekerjaan itu?”, “Kita hanya perlu sampai di sini!”, “Segala sesuatunya bisa lebih buruk lagi!”, “Ingat ketika.!”, “Tak ada gunanya mengerjakan hal ini!”, “Waktu saya masih muda….!”.

GURU TIPE CAMPERS AKAN KEHILANGAN KEUNGGULAN-NYA, MENJADI SEMAKIN LAMBAN DAN LEMAH, SERTA KINERJANYA AKAN SEMAKIN MEROSOT BILA TERLALU LAMA BERKEMAH

GURU TIPE CAMPERS AKAN SECARA AKTIF MENGGEROGOTI KEBERHASILAN SEKOLAH, BILA MEREKA MENGETAHUI ADA ANCAMAN TERHADAP STATUS QUO (KEMAPANAN DAN KENYAMANAN) YANG TELAH MEREKA PEROLEH DENGAN SUSAH PAYAH

3. TIPE GURU CLIMBERS (PENDAKI)
Guru tipe ini adalah guru-guru yang memilih membaktikan dirinya untuk peningkatan mutu sekolah atau pendidikan. Dia akan terus mendaki, tampa membiarkan umur, jenis kelamin, kondisi fisik dan mental atau hambatan lainnya menghalangi pendakiannya. Dia tidak pernah berhenti belajar dan berbuat untuk kemajuan diri dan sekolah.

Di tempat kerja (Sekolah)
 Berkeyakinan bahwa imbalan kerja akan diperoleh dalam bentuk manfaat-manfaat jangka panjang
 Selalu menyambut dengan baik pekerjaan yang disodorkannya
 Memiliki keyakinan yang besar dalam bekerja
 Bekerja sangat gigih, ulet, tabah dan sabar
 Tidak ada kata “Berhenti belajar” dalam kamus dirinya
 Bekerja dengan keberanian dan kedisiplinan sejati
 Memotivasi diri sendiri dan orang lain
 Memiliki semangat kerja yang tinggi
 Selalu berjuang untuk mendapatkan hasil kerja yang terbaik
 Cenderung membuat segala sesuatunya menjadi terwujud
 Bekerja tidak berhenti pada gelar, predikat, penghargaan dan jabatan
 Selalu mencari cara baru untuk tetap tumbuh, berkembang, dan memberikan kontribusi
 Komitmen untuk terus maju dan melangkah ke depan
 Menyambut baik dan mendorong terjadinya perubahan-perubhan
 Bersedia mengambil resiko, mengatasi rasa takut, mem-pertahankan visi, misi, tujuan, memimpin, dan bekerja keras sampai pekerjaannya berhasil

Bahasa yang digunakan:
Lakukan dengan benar!”, “Kerjakan sebaik mungkin!”, “Jangan menghindar atau lari!”, “Apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya!”, “Selalu ada jalan!”, “Masalahnya adalah bukan andai kata, tetapi bagaimana?”, “Bukan bagai-mana besok, tetapi besok bagaimana?”, “Hanya karena belum pernah dikerjakan, bukan berarti tidak bisa!”, “Pimpin, ikuti atau menyingkir dan jangan halangi saya!”, “Ayo kita kerjakan!”, “Sekarang saatnya untuk bertindak!”.

GURU CLIMBERS ADALAH ASSET ATAU HARTA TERMAHAL SEKOLAH DAN JENIS GURU YANG DAPAT DIANDALKAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS, MENCIPTAKAN DAN MEWUJUDKAN PERUBAHAN.

———————————————-
nah…..temen temen ku sesama guru,mau memilih tipe seperti apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s